Berita  

Relawan MDMC Batang Dikerahkan Bantu Pembangunan Masjid Pascabencana Longsor di Banjarnegara

Muhammadiyahbatang.com, Batang-Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Batang dari Divisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi diberangkatkan menuju Dukuh Pundung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Tim ini ditugaskan untuk mendukung pembangunan masjid pascabencana longsor di wilayah Pandanarum, Banjarnegara.

Sebanyak 16 relawan diterjunkan dalam penugasan ini, terdiri dari berbagai keahlian, mulai dari tukang batu, tukang besi, tukang las, hingga tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Penugasan awal direncanakan berlangsung selama tiga hari, dengan fokus pendampingan pekerjaan lanjutan hingga tahap struktur menuju pemasangan rangka atap.

Koordinasi lapangan dilakukan bersama MDMC Kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari sinergi antarwilayah dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Saat ini, pembangunan masjid telah memasuki tahap struktur, sementara pekerjaan rangka dan penutup atap belum dilaksanakan.

Koordinator Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC Batang, Farid Ma’ruf, menjelaskan bahwa tim RR bertugas mendampingi pekerjaan lanjutan pada bangunan yang sudah ada.

“Struktur bangunan sudah berdiri. Tim kami mendampingi pekerjaan lanjutan menuju tahap rangka dan penutup atap dengan memperhatikan aspek keselamatan konstruksi pascabencana,” jelasnya.

Ketua MDMC Kabupaten Batang, Muh. Edy Supriyanto, menegaskan bahwa keterlibatan relawan merupakan bagian dari komitmen kelembagaan MDMC Batang yang memang memiliki tim spesialis di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi.

“MDMC Batang dipersiapkan untuk hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan. Karena itu, kami mengerahkan tim dengan keahlian teknis agar proses pembangunan dapat berjalan aman, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poskor Muhammadiyah Respon Bencana Longsor Banjarnegara, Nurul Aziz, menyampaikan bahwa respon kebencanaan saat ini telah memasuki hari ke-83, sementara pembangunan masjid berjalan di hari ke-21 sejak dimulai.

“Alhamdulillah, respon Muhammadiyah untuk bencana tanah longsor Banjarnegara sudah memasuki hari ke-83. Untuk pembangunan masjid sendiri telah berjalan di hari ke-21. Insyaallah, kami menargetkan proses pembangunan ini dapat selesai paling maksimal pada 16 Februari 2026,” ungkapnya.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan masjid menjadi ikhtiar bersama agar fasilitas ibadah dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

“Harapannya, ketika memasuki bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, masjid ini sudah bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, khususnya para penyintas yang tinggal di sekitar masjid,” tambahnya.

 

—

Kontributor: PUSDATIN MDMC

Editor: Sugito

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *