Muhammadiyabbatang.com, Batang – Upaya penentuan lokasi hunian sementara (huntara) bagi penyintas longsor Praten terus dimatangkan. Pada Kamis, 12 Februari 2026, BPBD Kabupaten Batang bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Batang melakukan kajian lapangan melalui pengecekan dan pengukuran langsung di lokasi yang direncanakan.
Ketua MDMC Batang, Muh. Edy Supriyanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim di lapangan bertujuan memastikan lokasi yang dipilih benar-benar aman dan layak bagi para penyintas.
“Hari ini tim MDMC membersamai BPBD dan Dinas Perkim Batang melaksanakan cek lokasi yang direncanakan untuk hunian sementara bagi penyintas longsor Praten. Kita mengupayakan mencari lokasi yang relatif lebih aman, sehingga para penyintas dapat tinggal dengan lebih tenang,” ujarnya.
Baca :
- MDMC Batang bantu pembangunan Masjid terdampak longsor
- MDMC distribusikan logistik untuk korban longsor
Sementara itu, Riza Zakiyah, S.ST, M.M, Kabid rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kajian teknis lintas instansi.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Perkim melakukan kajian lokasi dan pengukuran untuk memastikan kelayakan serta aspek keamanan lahan. MDMC sebagai klaster penanggulangan bencana, khususnya MDMC Batang, sudah terbiasa dalam respons shelter dan memiliki tim ahli yang mendukung proses ini,” jelasnya.
Melalui survei lapangan ini, diharapkan keputusan penentuan lokasi hunian sementara dapat segera ditetapkan dengan mempertimbangkan risiko bencana susulan, kondisi geografis, aksesibilitas, serta kesiapan sarana pendukung lainnya. Sinergi antara pemerintah daerah dan MDMC menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan aman, terarah, dan berpihak pada kebutuhan penyintas.
—
(PUSDATIN/Git)












