Muhammadiyahbatang.com, BATANG – Kebaikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bagi Zaskia, 7 tahun, siswi kelas 1 SD, kebiasaan menyisihkan sisa uang jajan selama kurang lebih satu tahun menjadi bentuk sederhana untuk belajar berbagi dan membantu sesama.
Tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit tersebut kemudian dibuka dan diinfakkan untuk mendukung pengadaan stretcher Mobil Layanan Umat PCM Wonotunggal. Layanan sosial-kemanusiaan ini dikelola PCM Wonotunggal dan dalam pelaksanaannya bersinergi dengan Kantor Layanan Lazismu Bandar.
Ketika ditanya alasan memberikan tabungannya, Zaskia menjawab singkat.
“Supaya mendapat pahala dan bermanfaat untuk orang banyak.”
Zaskia juga berharap Mobil Layanan Umat dapat terus terawat dan memiliki fasilitas yang semakin lengkap agar pasien yang dilayani merasa nyaman.
“Harapannya Mobil Layanan bisa terawat, fasilitas bisa memenuhi hingga pasien nyaman,” ungkapnya.
Menanamkan Kepedulian Sejak Dini
Kisah Zaskia mendapat perhatian dari Kepala Kantor Layanan Lazismu Bandar, Nur Lifta Setyaningrum. Menurutnya, apa yang dilakukan Zaskia menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama dapat dikenalkan dan dibiasakan sejak usia dini.
“Zaskia mengajarkan bahwa berbagi tidak harus menunggu punya banyak. Dari sisa uang jajan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, ia memilih untuk ikut membantu pelayanan kepada sesama. Ini menjadi bagian kecil yang sangat berarti dalam ikhtiar bersama,” ungkap Nur Lifta.
Hingga Ahad, 4 Oktober 2026, dukungan masyarakat untuk pengadaan stretcher telah mencapai sekitar 60 persen dari total kebutuhan.
Nur Lifta menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan berbagai pihak dan berharap semangat gotong royong tersebut terus berlanjut hingga kebutuhan pengadaan stretcher terpenuhi.
“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah terkumpul sekitar 60 persen. Kami bersyukur atas dukungan yang sudah diberikan. Semoga ikhtiar ini bisa terus dilanjutkan bersama sampai kebutuhan pengadaan stretcher terpenuhi dan dapat segera digunakan untuk mendukung pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Pengadaan stretcher tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan fasilitas Mobil Layanan Umat agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien, dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.
Kisah Zaskia menjadi gambaran bahwa semangat ber-Muhammadiyah dan kepedulian sosial dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Tabungan yang dikumpulkan dari sisa uang jajan seorang anak pun akhirnya dapat mengambil bagian dalam gerakan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi masyarakat yang ingin turut mendukung pengadaan stretcher Mobil Layanan Umat, dukungan dapat disalurkan melalui campaign yang telah disiapkan di Ikhtiar Baik.
[Dukung Pengadaan Stretcher Mobil Layanan Umat]
Kontributor: Husna








