Muda Berdakwah: Santri Kelas VII MBS Limpung Pukau Jamaah dengan Kultum Pembatal Pahala Puasa

Muhammadiyahbatang.com, Limpung — Suasana khidmat menyelimuti aula SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Limpung saat seorang santri muda melangkah maju menuju mimbar. Bukan sekadar rutinitas, kultum kali ini menjadi sorotan berkat penyampaian dari Ananda Moh Fadil Bari Al-Azizi, santri kelas VII A, yang mengangkat tema krusial: “Perbuatan yang Menjadikan Batalnya (Pahala) Puasa.”

Meski tergolong santri baru, Fadil tampil dengan percaya diri di hadapan teman-teman dan para ustadz. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjaga lisan dari noda-noda maksiat.

Tiga Poin Utama Penjaga Lisan

Fadil merangkum materinya ke dalam tiga pesan yang sangat relevan dengan kehidupan santri sehari-hari, di antaranya adalah:

  1. Jangan Ghibah: Menggunjing orang lain hanya akan mentransfer pahala puasa kita kepada orang yang dibicarakan.
  2. Tidak Berbohong: Kejujuran adalah pondasi ibadah; satu kebohongan cukup untuk meruntuhkan esensi puasa.
  3. Tidak Berkata Kasar: Menjaga lisan dari kata-kata kotor adalah cerminan kemuliaan akhlak seorang santri.

“Puasa kita akan sia-sia jika hanya mendapatkan lapar saja tanpa menjaga lisan. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki tutur kata,” ujar Fadil dengan tenang yang disambut antusiasme jamaah.

Kegiatan yang berlangsung tenang dan tertib tersebut mendapat perhatian khusus dari Ustadz Muhammad Ridho, selaku Direktur Pondok Pesantren MBS Limpung. Di akhir sesi, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Fadil atas keberanian dan kedalaman materi yang disampaikan.

Ustadz Ridho menyampaikan bahwa penampilan Fadil adalah bukti keberhasilan kaderisasi dakwah di MBS Limpung. Beliau berharap keberanian Fadil dapat memotivasi santri lain untuk terus mengasah kemampuan public speaking dan memperdalam pemahaman agama.

Melalui beberapa kegiatan positif yang diadakan, SMP Muhammadiyah Boarding School Limpung terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademisi, tetapi juga terampil dalam mensyiarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

(Des/Git)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *