Muhammadiyah dan Pembaharuan: Upaya Memperkuat Pemahaman Agama di Era Moder

Oleh: H. Sunario, Lc
Alumnus Universitas Azhar Cairo Mesir
Mantan Kru Sinar Muhammadiyah PCIM Mesir
Kabid Imaroh DKM Masjid Al Ghomar

Muhammadiyah, sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, terus berkomitmen untuk melakukan perubahan dan pembaharuan yang relevan dengan konteks zaman. Di Mesir, dinamika intelektual kader Muhammadiyah menunjukkan perkembangan pesat, ditandai dengan berbagai kegiatan diskusi, seminar, dan penerjemahan kitab Arab ke dalam bahasa Indonesia. Upaya ini merupakan langkah penting dalam mentransfer ilmu agama dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan agama warga Muhammadiyah di Indonesia.

Kegiatan-kegiatan tersebut selaras dengan semangat surat at-Taubah ayat 122, yang mendorong transformasi manhaj Azhary sesuai dengan visi gerakan Muhammadiyah. Slogan pembaruan (tajdid) menjadi fondasi dalam mengembalikan akidah tauhid yang murni, sekaligus membentuk konsep Islam yang berkemajuan, tidak terjebak dalam pemikiran yang mundur.

Dalam menghadapi tantangan pemahaman agama yang murni, Muhammadiyah menekankan pentingnya mengacu pada Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber utama. Istilah “ber-Muhammadiyah” menekankan bahwa setiap ibadah harus berdasarkan dalil yang shahih dan menjauhi praktik yang tidak memiliki dasar yang jelas (bid’ah).

Muhammadiyah juga membuka pintu ijtihad melalui lembaga tarjih, yang bertugas menafsirkan Al-Qur’an dan hadis dengan mengumpulkan berbagai pendapat dan menentukan mana yang lebih kuat (rajih). Pendekatan ini memberikan keleluasaan bagi warga Muhammadiyah untuk memahami dan mengikuti hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, tanpa mengesampingkan pendapat dari empat mazhab yang ada.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah diharapkan dapat menjadikan keputusan-keputusan tarjih sebagai acuan dasar dalam beribadah, sesuai dengan dalil yang ada. Melalui langkah-langkah ini, Muhammadiyah tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan pemahaman agama yang benar, tetapi juga membuktikan bahwa Islam adalah agama yang relevan dengan setiap zaman dan tempat.

Editor: Agus Trimanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *