Berita  

SD Muhammadiyah Limpung Praktikkan Teologi Al-Ma’un melalui Penyaluran Air Bersih

Muhammadiyahbatang.com, PUSDATIN – Pembelajaran tentang kepedulian terhadap sesama tidak hanya berlangsung di r uang kelas. SD Muhammadiyah Limpung mengajak para siswanya mempraktikkan nilai-nilai teologi Al-Ma’un melalui kegiatan penyaluran air bersih bagi warga Desa Candi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama MDMC Batang dan Lazismu Batang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah Limpung memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk belajar berbagi, bersyukur, dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kepala SD Muhammadiyah Limpung, Abdullah Azzam Izzuddin, S.Psi., mengatakan bahwa sebagai sekolah di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, SD Muhammadiyah Limpung memiliki tanggung jawab untuk menggiatkan dakwah gerakan Muhammadiyah, termasuk melalui pengamalan teologi Al-Ma’un.

“SD Muhammadiyah Limpung sebagai sekolah di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk menggiatkan dakwah gerakan Muhammadiyah, salah satunya melalui pengamalan teologi Al-Ma’un. Nilai-nilai Al-Ma’un juga menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah, sehingga anak-anak tidak hanya memahami konsepnya di dalam kelas, tetapi juga belajar mengimplementasikannya secara langsung di lapangan,” ujarnya.

Menurut Abdullah, kegiatan kepedulian sosial seperti penyaluran air bersih merupakan program yang sudah rutin dilakukan oleh sekolah, selain melalui program Filantropis Cilik.

“Harapannya, anak-anak bisa belajar berderma, kemudian memaknai teologi Al-Ma’un tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar bersyukur sekaligus belajar peduli terhadap sesama,” lanjutnya.

Bagi siswa, kegiatan penyaluran air bersih tersebut menjadi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di sekolah. Mereka dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus ikut mengambil bagian dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Candi.

Salah seorang siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Limpung, Faisal, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang karena bisa membantu orang-orang yang kekurangan air bersih. Saya juga siap menjadi relawan MDMC dan ikut dalam kegiatan respons berikutnya,” ujar Faisal.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi sejak dini. Nilai Al-Ma’un yang dipelajari di sekolah tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua MDMC Batang Muh. Edy Supriyanto menjelaskan bahwa penyaluran air bersih kembali dilakukan karena kebutuhan warga di Desa Candi masih berlangsung. Bantuan kali ini sekaligus menjadi respons ketiga Muhammadiyah Batang di lokasi tersebut.

“Di lokasi ini kebutuhan air bersih masih ada, sehingga kami kembali melakukan respons. Penyaluran kali ini merupakan respons yang ketiga kalinya kami lakukan di Desa Candi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, sekaligus menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk terus hadir di tengah masyarakat,” jelas Edy.

Penyaluran 6.000 liter air bersih ini terlaksana melalui kolaborasi SD Muhammadiyah Limpung, MDMC Batang, dan Lazismu Batang. Bagi SD Muhammadiyah Limpung, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara membawa nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Dari ruang kelas menuju aksi kemanusiaan, para siswa belajar bahwa memahami Al-Ma’un berarti juga belajar melihat, peduli, dan mengambil bagian ketika ada sesama yang membutuhkan.

 

Kontributor: Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *