Dakwah  

MDMC Batang Bekali 860 Siswa Baru dengan Edukasi Kebencanaan melalui Program MDMC Goes To School

Muhammadiyahbatang.com, PUSDATIN – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Batang kembali melaksanakan program MDMC Goes To School melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Dalam sehari, Selasa (14/7/2026), tim MDMC Batang memberikan edukasi kebencanaan kepada sekitar 860 siswa baru di tiga sekolah, yakni SMP Negeri 2 Limpung, SMP Negeri 1 Bawang, dan SMK Muhammadiyah Bawang.

Untuk menjangkau seluruh agenda yang berlangsung pada waktu yang sama, personel MDMC Batang dibagi menjadi dua tim. Sejak pagi, tim pertama mengisi materi di SMP Negeri 2 Limpung yang diikuti 224 siswa, sementara tim kedua bertugas di SMP Negeri 1 Bawang dengan jumlah peserta 224 siswa. Seluruh personel kemudian bergabung kembali pada siang hari untuk memberikan materi kepada 412 siswa baru di SMK Muhammadiyah Bawang.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh materi bertema “Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah” yang mencakup pengenalan potensi bencana, upaya mitigasi, teknik evakuasi, pertolongan pertama pada kondisi darurat, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Selain penyampaian materi, siswa juga diajak mengikuti praktik sederhana agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan.

Ketua LRB MDMC Kabupaten Batang, Muh. Edy Supriyanto, mengatakan bahwa sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup dipahami sebagai teori, tetapi perlu dilatih melalui pembelajaran yang aplikatif.

“Siswa perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat sehingga mampu melindungi dirinya sendiri maupun membantu orang lain sesuai dengan kapasitasnya. Harapannya, budaya siaga bencana dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Di SMP Negeri 1 Bawang, Ketua Panitia MPLS, Dodik Apriliyanto, S.Pd., menilai pendidikan kebencanaan sangat tepat diberikan pada masa MPLS. Menurutnya, masa pengenalan sekolah menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk mengenali lingkungan belajar sekaligus memahami prosedur keselamatan yang berlaku di sekolah.

“Pada masa MPLS, siswa sedang beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Ini menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan jalur evakuasi, titik kumpul, prosedur keselamatan, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana. Bekal ini akan meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap siaga, mengurangi risiko kepanikan, dan melatih siswa mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sesi praktik yang diberikan MDMC Batang menjadi bagian yang paling mudah dipahami oleh peserta didik. Melalui simulasi tersebut, siswa belajar memberikan pertolongan awal kepada teman yang mengalami kondisi darurat, seperti pingsan saat upacara maupun kegiatan sekolah lainnya.

“Anak-anak jadi tahu bagaimana prosedur membantu teman yang pingsan. Dengan begitu, mereka tidak panik dan memiliki gambaran mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Limpung, Pulung Ari Wibowo, S.Pd. menyambut baik keberlanjutan kolaborasi dengan MDMC Batang dalam kegiatan MPLS. Sekolah menilai edukasi kebencanaan merupakan bekal penting bagi peserta didik baru, mengingat lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman sekaligus memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui materi yang disampaikan secara interaktif dan praktik langsung, siswa diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga keselamatan diri maupun orang lain ketika menghadapi situasi darurat.

Apresiasi serupa disampaikan Koordinator Lapangan MPLS SMK Muhammadiyah Bawang, Yudi Prasetyo, S.Pd. Menurutnya, materi yang diberikan MDMC Batang memberikan pengalaman baru bagi para siswa karena tidak hanya membahas penanganan saat bencana, tetapi juga langkah-langkah pencegahan sebelum bencana terjadi hingga tindakan setelah bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada MDMC Kabupaten Batang atas kegiatan hari ini. Anak-anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Banyak pengetahuan baru yang mereka dapatkan, terutama mengenai upaya pencegahan bencana, tindakan saat menghadapi bencana, hingga langkah-langkah setelah bencana. Materi seperti ini sangat bermanfaat karena sebagian besar siswa baru pertama kali mendapatkan pembelajaran kebencanaan secara langsung,” ungkapnya.

Program MDMC Goes To School merupakan salah satu upaya MDMC Batang dalam memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi dengan sekolah, diharapkan semakin banyak peserta didik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana sehingga mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan berdaya.

 

Kontributor: Husna Pusdatin MDMC

Editor: Sugito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *