Muhammadiyahbatang.com, Limpung — Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Ponpes Ulul Albab Muhammadiyah Boarding School Limpung. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi puluhan siswa SD/MI yang ingin merasakan langsung asyiknya hidup di lingkungan pesantren. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari 11 santri putra dan 35 santri putri. Para peserta merupakan siswa-siswi SD/MI kelas 5 dan 6 dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Batang. Pesantren Ramadhan dilaksanakan selama dua hari satu malam, yang dimulai pada Sabtu-Ahad (21-22 Februari 2026) di komplek Ponpes Ulul Albab MBS Limpung.
Kegiatan ini tidak sekadar mengisi Ramadhan dengan aktivitas positif, tetapi juga memiliki tujuan edukatif dan pembinaan karakter. Pesantren Ramadhan menjadi upaya MBS Limpung untuk mengenalkan kehidupan pesantren sejak dini, mulai dari suasana kebersamaan, kedisiplinan, hingga pembiasaan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar MBS dalam menarik minat calon santri untuk bergabung pada PSB Tahun 2026, agar anak-anak dan orang tua mendapatkan gambaran langsung tentang kehidupan mondok yang nyaman, menyenangkan, dan penuh nilai keislaman.
Baca lainnya
Kegiatan dimulai dengan shalat Ashar berjamaah. Menjelang waktu berbuka, para peserta diajak menyimak kisah inspiratif perjuangan Nabi dan para Shahabat yang disampaikan secara menarik oleh Kak Ustadz Farid Khusnul Mujib, seorang juru kisah (pendongeng) dari Kendal. Cerita yang dibawakan dengan gaya komunikatif membuat peserta antusias dan larut dalam suasana. Usai itu, peserta menikmati buka puasa bersama yang semakin meriah karena turut diikuti oleh seluruh santri MBS Limpung. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib, Isya’, dan Tarawih berjamaah.

Malam harinya, suasana semakin seru dengan _Fun Qur’an Session_ bersama Ustadz Mochlisin, dilanjutkan _Night Sharing Session_ bersama santri MBS. Pada sesi ini, peserta bebas bertanya dan berbagi cerita seputar kehidupan di pesantren, yang membuat mereka semakin dekat dan nyaman. Peserta kemudian beristirahat malam hingga dini hari, lalu dibangunkan untuk sahur bersama, shalat Shubuh berjamaah, dan dzikir pagi. Selepas Shubuh, kegiatan Tahsin Al-Fatihah dibimbing langsung oleh Ustadz Khaerommin untuk santri putra dan Ustadzah Dyah Ayu Widihastuti untuk santri putri.
Pagi hari semakin semangat dengan Senam Anak Indonesia Hebat pada pukul 06.00–06.30 WIB. Setelah itu, peserta dipersilakan untuk MCK. Menjelang akhir kegiatan, anak-anak dibekali pembelajaran kemandirian, seperti mencuci pakaian sendiri, menyetrika, melipat pakaian, hingga belajar memakai sarung secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab, kemandirian, serta kesiapan hidup di lingkungan pesantren. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize dan penutupan resmi Pesantren Ramadhan.
Antusiasme peserta yang terlihat sepanjang kegiatan menjadi penanda bahwa Pesantren Ramadhan ini memberikan kesan tersendiri. Salah satu peserta, Muhammad Daffa Pratama, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan selama mengikuti Pesantren Ramadhan.
“Saya senang sekali ikut Pesantren Ramadhan di MBS. Kegiatannya seru, banyak belajar, dapat teman baru, dan jadi pengin mondok di sini,” ucapnya dengan penuh antusias.
Keberhasilan kegiatan Pesantren Ramadhan ini tidak lepas dari kerja sama panitia serta dukungan penuh dari pihak pesantren. Ketua panitia, Ustadz M. Farid Fadlurrahman, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme para peserta.
“Alhamdulillah, kegiatan Pesantren Ramadhan berjalan lancar dan penuh semangat. Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan baik dan menumbuhkan minat mereka untuk mondok,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Pesantren Ulul Albab, Ustadz Muhammad Ridho, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan kehidupan pesantren secara langsung kepada anak-anak.
“Melalui Pesantren Ramadhan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mondok itu menyenangkan, penuh kebersamaan, dan mampu membentuk karakter Islami sejak dini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP MBS Limpung, Ustadz Ikhsanudin, S.Pd berharap kegiatan ini menjadi pintu awal bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan di MBS.
“Kami berharap Pesantren Ramadhan ini menjadi pengalaman awal yang menyenangkan. Dengan merasakan langsung kehidupan pesantren, semoga anak-anak dan orang tua semakin yakin memilih MBS sebagai tempat pendidikan dan pembinaan karakter,” pungkasnya.
Melalui Pesantren Ramadhan ini, Ponpes Ulul Albab MBS Limpung berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, beribadah, dan kemandirian pada diri peserta, serta menjadi langkah awal bagi mereka untuk mengenal dan mencintai kehidupan pesantren.
(Des/Git)












