Berita  

Gandeng MDMC, SMK Muhammadiyah Batang Bekali Siswa Baru Jadi Pahlawan di Tengah Bencana

MUHAMMADIYAHBATANG.COM, Batang — Kamis (17/07), halaman SMK Muhammadiyah Batang mendadak berubah jadi arena pelatihan penyelamatan. Tali-tali vertikal tergantung, para siswa satu per satu mencoba teknik descending (cara turun dari ketinggian menggunakan alat rescue). Kegiatan ini jadi bagian dari MPLS Ramah Tahun 2025. Dengan menggandeng MDMC Kabupaten Batang untuk mengisi materi, para siswa untuk menjadi pahlawan saat terjadi bencana. Adapun tema kegiatan yang diperuntukkan bagi para siswa baru tersebut mengangkat tema “Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah”.

Sebanyak 69 siswa ikut terlibat. Mereka dibekali dasar-dasar kebencanaan dalam sesi indoor, lalu melanjutkan praktik lapangan berupa pengenalan alat, teknik penyelamatan vertikal, hingga simulasi evakuasi sederhana untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kerja sama tim.

“Kami ingin mereka tak hanya tahu teori, tapi juga merasakan langsung bagaimana bersikap saat bencana terjadi. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi membentuk karakter yang sigap, tanggap, dan tenang. Sekolah vokasi seperti ini punya potensi besar melahirkan relawan masa depan,” ujar Jati Amarullah, Kabid Mitigasi & Kesiapsiagaan MDMC Batang.

Dalam sesi ruangan, siswa dikenalkan dengan profil Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC, jenis-jenis bencana, serta prinsip dasar penanggulangannya. Di luar ruangan, mereka diajak mengenali peralatan rescue dan mencoba langsung salah satu teknik penyelamatan vertikal.

Baca juga: PD IPM Batang resmi dilantik

Kegiatan ini menjadikan SMK Muhammadiyah Batang sebagai sekolah keempat yang mempercayakan edukasi kebencanaan kepada MDMC selama rangkaian MPLS 2025, setelah sebelumnya dilakukan di SMPN 1 Limpung, SMK Muhammadiyah Bawang, dan SMPN 2 Limpung.

“Kehadiran MDMC di MPLS ini memberi kesan positif. Peserta didik sangat antusias dan mendapatkan banyak manfaat — mulai dari wawasan tentang risiko bencana di sekitar, keterampilan pertolongan pertama, simulasi penyelamatan, hingga penguatan karakter. Harapannya, ini membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan tangguh,” tutur Ratna Indah Aprillya, S.Pd., Kepala SMK Muhammadiyah Batang.

Melalui pendekatan praktik dan pengalaman langsung, SMK Muhammadiyah Batang menunjukkan komitmen bahwa pendidikan bukan hanya soal keterampilan kerja, tapi juga soal kesiapan menghadapi risiko nyata dalam kehidupan. MPLS pun bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momen awal menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan.

Semoga langkah ini bisa jadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain dalam membentuk generasi siap selamat.

 

Kontributor: IF PUSDATIN MDMC

Editor: Sugito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *