Berita  

MDMC Batang Perkuat Gerakan Jamaah Tangguh hingga Tingkat Ranting

Muhammadiyahbatang.com, PUSDATIN – Setelah beberapa hari terakhir mengedukasi ribuan peserta didik melalui program MDMC Goes To School, Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB MDMC) Kabupaten Batang terus memperluas gerakan edukasi kebencanaan ke lingkungan jamaah. Sebelumnya, MDMC Batang telah mengisi pengajian Ahad Pagi di tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), yakni PCM Subah, PCM Banyuputih, dan PCM Reban. Kini, gerakan tersebut berlanjut hingga tingkat ranting melalui Kajian Ranting Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wonokerto, Kecamatan Bandar.

Kajian yang digelar pada Selasa (14/7/2026) malam itu mengangkat tema “Jamaah Tangguh” dan menghadirkan Ketua Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan LRB MDMC Kabupaten Batang, Jati Amrullah, sebagai pemateri.

Di hadapan jamaah, Jati menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan bersama. Menurutnya, masjid dan ranting Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi sekaligus penggerak masyarakat dalam membangun budaya mitigasi.

“Jamaah tangguh bukan hanya siap ketika menghadapi bencana, tetapi mampu membangun budaya mitigasi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, memiliki rencana evakuasi, hingga saling menguatkan antarwarga. Ketika jamaah tangguh, maka masyarakat juga akan semakin tangguh,” ujar Jati.

Sementara itu, Ketua LRB MDMC Kabupaten Batang, Muh. Edy Supriyanto, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan harus terus diperluas agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Selama beberapa hari terakhir kami hadir di sekolah-sekolah untuk menanamkan budaya siaga bencana kepada peserta didik. Namun ketangguhan tidak berhenti di sekolah. Sebelumnya kami juga telah menyampaikan edukasi kepada jamaah melalui pengajian Ahad Pagi di PCM Subah, PCM Banyuputih, dan PCM Reban. Hari ini gerakan itu kami lanjutkan hingga tingkat ranting. Harapannya, kesadaran mitigasi tumbuh dari sekolah, menguat di keluarga, berkembang di jamaah, lalu menjadi budaya di tengah masyarakat,” tutur Edy.

Menurutnya, membangun masyarakat tangguh harus dilakukan secara berjenjang. Edukasi kepada peserta didik penting sebagai investasi jangka panjang, sementara penguatan di lingkungan jamaah menjadi modal sosial agar nilai-nilai kesiapsiagaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, LRB MDMC Kabupaten Batang berharap gerakan Jamaah Tangguh terus berkembang di setiap cabang dan ranting Muhammadiyah di Kabupaten Batang. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang penguatan kapasitas umat, mempererat solidaritas sosial, serta membangun masyarakat yang semakin siap menghadapi berbagai tantangan.

Kontributor: Husna Pusdatin MDMC Batang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *