Muhammadiyahbatang.com, Batang — Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB MDMC) Kabupaten Batang melalui Bidang Pendidikan dan Pelatihan melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan dalam bentuk Latihan Tematik Navigasi Darat pada Ahad (18/01/2025) di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Limpung.
Latihan ini difokuskan pada penguatan kemampuan relawan dalam membaca arah, memahami peta topografi, menentukan titik koordinat, serta menyusun strategi pergerakan tim di wilayah minim akses dan berisiko tinggi. Keterampilan navigasi darat dinilai penting mengingat sebagian wilayah Batang berada di kawasan perbukitan dan hulu yang kerap sulit dijangkau saat terjadi bencana.
Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan tematik berbasis praktik lapangan. Peserta dilatih menggunakan kompas, mengenali kontur medan, menentukan posisi secara akurat, serta memahami jalur aman yang dapat digunakan dalam operasi pencarian dan evakuasi.
Pemateri kegiatan, Jati Amaru, menegaskan bahwa kemampuan navigasi darat dan pemetaan merupakan bekal mendasar bagi relawan Muhammadiyah, khususnya dalam operasi SAR di wilayah hutan dan pegunungan.
“Pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan navigasi darat dan pemetaan sangat penting dikuasai relawan Muhammadiyah, terutama yang sering terlibat dalam respon SAR di hutan dan pegunungan. Karena itu latihan seperti ini perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengingat kembali materi pelatihan yang pernah diterima,” ujarnya.
Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan LRB MDMC Batang, Dias Prabowo Kurniawan, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari penguatan kurikulum dasar relawan MDMC Batang.
“Latihan navigasi darat ini menjadi bagian dari materi dasar yang terus diperkuat di internal MDMC Batang. Tujuannya agar relawan memiliki standar kemampuan yang sama sebelum terlibat dalam operasi kebencanaan, terutama pada wilayah dengan karakter medan yang sulit,” jelasnya.
Ketua LRB MDMC Batang, Muh. Edy Supriyanto, menambahkan bahwa latihan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan relawan sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Setiap operasi membutuhkan relawan yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki ketepatan dalam membaca medan. Latihan navigasi darat ini menjadi bekal dasar agar pergerakan tim tetap terarah dan terukur,” tuturnya.
Latihan berlangsung sejak pagi hingga selesai dengan mengusung semangat “Jalan Terjal, Peta Akurat, Jiwa Mantap”. Selain penguatan teknis, kegiatan juga diarahkan untuk membangun disiplin tim, ketahanan mental, dan kepekaan situasi lapangan.
Navigasi darat menjadi salah satu materi dasar yang secara berkala diberikan LRB MDMC Batang sebagai bagian dari pembinaan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat kebencanaan.
Kontributor : Husna
Editor : Sugito












