Muhammadiyahbatang.com, Batang – Madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah( MIM) Kranggan menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan bencana. Bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Batang, sekolah ini baru saja menyelesaikan simulasi mitigasi gempa bumi yang berjalan sukses dan edukatif pada Sabtu (19/7) lalu.
Fokus utama kegiatan ini adalah melatih respons cepat siswa dan seluruh staf sekolah dalam menghadapi situasi darurat gempa, dengan para guru MI Muhammadiyah Kranggan sebagai garda terdepan. Sinergi dengan KOKAM dan LLHPB juga menjadi kekuatan utama kegiatan ini. KOKAM, dengan pengalaman panjangnya dalam aksi-aksi kemanusiaan dan relawan, memberikan dukungan dalam pengawasan jalan raya, sehingga dalam aksinya dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Sementara itu, LLHPB fokus dalam membantu merumuskan strategi adaptasi bencana yang sesuai.
Dalam latihan ini, MI Muhammadiyah Kranggan menekankan pentingnya peran aktif guru dalam membimbing dan melindungi siswa. Sejak sirine peringatan berbunyi, para guru langsung mengambil alih komando, memastikan setiap siswa melakukan prosedur dengan benar sebelum memimpin mereka menuju titik kumpul aman. Kecepatan dan ketertiban evakuasi yang ditunjukkan oleh MI Muhammadiyah Kranggan ini menjadi bukti pelatihan yang matang.
Ketua MDMC Kabupaten Batang, Muh Edy Supriyanto menjelaskan bahwa kegiatan mitigasi bencana gempa kali ini berbeda dengan kegiatan mitigasi yang pernah dilakukan di beberapa jenjang sekolah.
”Pada hari ini guru yang akan menjadi garda terdepan dalam evakuasi korban saat simulasi gempa, kami tim MDMC akan membantu bapak ibu guru dalam sosialisasi kebencanaan serta memantau kegiatannya,” ujar Edi.
baca juga: PD NA selenggarakan pelatihan muballighat.
Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Kranggan, Mahtur, S.Pd sangat antusias dan mendukung diadakannya kegiatan mitigasi bencana ini, karna guru dapat terlibat langsung dalam proses mitigasi gempa yang diadakan di MI Muhamadiyah Kranggan.
“Kami sangat senang karna tim mdmc dan teman teman relawan dapat membantu kami dalam memahami mitigasi bencana khususnya gempa bumi, hal ini menjadikan kami lebih mengetahui cara dalam proses evakuasi korban karna kami terlibat langsung dalam proses mitigasi ini,” Ujarnya
Simulasi ini bukan hanya sekadar latihan, melainkan upaya MI Muhammadiyah Kranggan untuk membangun budaya aman di lingkungan sekolah. Dengan kesiapan seperti ini, MI Muhammadiyah Kranggan semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keselamatannya.
Kontributor: USNA PUSDATIN MDMC
Editor: Sugito













Respon (1)