Cetak Muballighat Tangguh Pencerah Peradaban, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Batang selenggarakan Pelatihan Muballighat

MUHAMMADIYAHBATANG. COM, Banyuputih-Sebagai bentuk usaha mencetak kader muballighat kompeten, pada Sabtu-Ahad (9/6) Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Batang melaksanakan pelatihan muballighat. Pelatihan yang diikuti oleh puluhan peserta pegiat dakwah perempuan ini mengusung tema Muballighat Tangguh Mencerahkan Peradaban.

Setidaknya ada tujuh rangkaian materi penguatan metode dakwah sebagai bekal para muballighat dalam kegiatan ini antara lain adalah tentang Public Speaking dalam Dakwah yang disampaikan oleh Yuli Kuswanti S.I.Pust dari PWNA Jawa Tengan, Optimalisasi Perempuan Dalam Dakwah oleh Yoeni Wahyu Hidayati,S.E. Risalah Perempuan Berkemajuan oleh Rias Ernawati, S.Pd.Gr dari PDA Batang, Manhaj Tarjih Muhammadiyah oleh Nasikhin, M.Pd, Dakwah Digital oleh Aris Kurniawan dan Retorika Dakwah Muballighat Nasyiatul Aisyiyah oleh Ernawati.

Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah kabupaten Batang, Sobiyatun menyampaikan harapan semoga para kader muballigh perempuan yang mengikuti pelatihan ini mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Dalam acara Pelatihan Muballighat ini kami mengusung tema Muballighat Tangguh Mencerahkan Peradaban dengan harapan setelah berlangsungnya acara ini peserta bisa menjadi muballighat-muballighat yang mampu memahami kultur dakwah itu sendiri serta mampu berdakwah sesuai perkembangan zaman” terang Sobiatun.

Adapun Suhari selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Batang sangat mendukung acara ini serta memberikan pesan dan motivasi kepada seluruh peserta Muballighat.

“Semoga pelatihan muballighat dapat berjalan lancar jaya dan kami selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengawal pemahaman wasathiyah, berharap NA tegak lurus dengan Muhammadiyah dan mampu memiliki watak wasathiyah itu sendiri

Baca juga: Pimpinan Daerah IPM Resmi dilantik

Pemaparan materi pertama tentang Public Speaking dalam Dakwah, Ayunda Yuli Kuswanti menyampaikan tentang prinsip-prinsip dasar public speaking, teknis komunikasi yang efektif serta struktur materi dakwah. Sedangkan materi kedua tentang Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Dakwah NA Yoeni Wahyu menjelaskan tentang strategi penguatan dakwah NA.

“Dakwah adalah kemulian bukan beban oleh karena itu dalam pertemuan-pertemuan rutin, kita membiasakan adanya kultum sebelum acara yang ditugaskan kepada seluruh anggota secara terjadwal” terang Yoeni

Menuju pemamparan materi ketiga tentang Risalah Perempuan Berkemajuan atau biasa disingkat dengan RPB yang disampaikan oleh Rias Ernawati ia menekankan akan pentingnya RPB.

“Semoga setelah memahami apa itu RPB secara mendalam Ayunda semuanya dapat merasakan manfaat RPB baik untuk diri sndiri, keluarga maupun masyarakat sekitar” Ujar Rias. Dilanjutkan materi keempat tentang Manhaj Tarjih Nasikhin menjelaskan secara rinci bahwa sumber utama Muhammadiyah dalam mengambil hukum adalah menggunakan Al-Qur’an dan Hadist serta melaksanakan Ijtihad para Ulama Tarjih Muhammadiyah untuk memecahkan suatu masalah sebagaimana yang disampaikan

“Tarjih muncul bukan untuk menyusahkan tetapi untuk memudahkan bukan menakut-nakuti tapi untuk menggemberikan” imbuhnya.

Dilanjutkan dengan dua materi dengan ujuan sama namun berbeda dalammetodenya yaitu yaitu Dakwah Digital, Retorika Dakwah Aris Kurniawan dalam materi dakwah digital menjelaskan dan membantu cara membuat desain grafis yang menarik sedangkan pada materi Retorika Dakwah Ernawati menjelaskan tentang pentingnya memahami dan mampu mengamalkan retotika dakwah itu sendiri karena kedua tema tersebut sama bagian dari agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan baik kepada mad’u.

Adapun materi terakhir tentang ke Nasyiatul Aisyiyah an Sobiatun menjelaskan tentang sejarah dan profil kader Nasyiatul Aisyiyah yang diawali dengan pertanyaan.

“Apa alasan utama ayunda bergabung dengan Nasyiatul Aisyiyah?” Tanya Sobiatun kepada seluruh peserta, kemudian peserta menjawab satu persatu. Selain itu ia menyampaikan akan pentingnya mengetahui sejarah Nasyiatul Aisyiyah.

“Mengenal sejarah Nasyiatul Aisyiyah itu penting karena dengan mengenal sejarah maka sama artinya kita merawat ingatan” imbuh Sobiatun kepada para peserta.

Setelah pemaparan materi selsesai acara ditutup dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut, dengan mewajibkan seluruh peserta saling berdiskusi tentang tindak lanjut apa yang akan dilaksanakan didaerah cabang dan rantingnya masing-masing. Selain itu peserta diwajibkan mempraktikkan ceramah hasil rencana tindak lanjut sesuai dengan perwakilan dari kelompok-kelompok yang telah dibentuk.

 

 

Kontributor: Tuti Mayukha, Devisi Dakwah PCNA Pecalungan sekaligus anggota Devisi Perkaderan PDNA Batang.

Editor: Sugito

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *