Semarang (20/11/24), Pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang Silaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Pada pertemuan yang dilaksanakan diruang rapat kantor PWM Jawa Tengah tersebut merupakan inisiatif PWM Jawa Tengah untuk menggali kemajuan Muhammadiyah di Jawa Tengah. Silaturrahim dihadiri oleh Ketua PDM Batang beserta jajaran dan diterima oleh Ketua PWM Jawa Tengah beserta para Pleno PWM Jawa Tengah.
Pada paparannya, Ketua PDM Batang, Harto Setiyono, BA menyampaikan bahwa jajarannya akan terus meningkatkan kinerja dalam rangka memajukan Muhammadiyah Batang. Saat ini telah lengkap jumlah PCM pada 15 Kecamatan di Kabupaten Batang, namun jumlah PRM baru sekitar 25%, padahal target PWM Jawa Tengah adalah 60% PRM dari seluruh Desa/Kelurahan di Jawa Tengah.
Sugito, yang merupakan Wakil Sekretaris PDM Batang, dalam paparannya menyebutkan bahwa salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Muhammadiyah Batang antara lian adalah BTM (Baitut Tamwil Muhammadiyah) yang telah memiliki 8 Cabang dan juga toko KITA yang mampu bersaing dengan jaringan ritel minimarket. Sedangkan Amal Usaha pada bidang lain masih belum bisa bersaing dengan maksimal, terutama pada AUM Kesehatan. Pada bidang pendidikan beberapa sekolah sudah masuk kategori unggul, antara lain adalah MIM Karangasem, SDM Limpung dan MIM Tanjungsari, pada tingkat menengah ada MTs Muhammadiyah Batang dan pada tingkat menengah atas yang merupakan sekolah unggulan adalah SMK Muhammadiyah Bawang. Masih dalam bidang pendidikan, bahwa Muhammadiyah Batang akan mengembangkan sekolah berbasis pondok, baik dalam bentuk pondok pesantren Muhammadiyah maupun Booarding school (MBS).
Adapun pada sektor pemberdayaan lingkungan, Muhammadiyah Batang bersama JATAM, telah mengembangkan pertanian berbasis organik, dimana saat ini telah memproduksi pupuk organik dan telah berhasil mengembangkan padi organik.
Setelah paparan oleh PDM Batang, selanjutnya adalah penguatan oleh PWM Jawa Tengah. Pada Kesempatan ini, Ketua PWM Jawa Tengah menyarankan agar keunggulan Toko KITA di maksimalkan sehingga bisa tumbuh di semua PCM yang ada di Batang. “Toko Kita ini sepertinya hanya ada di Batang, maka diharapkan agar bisa di dorong agar lebih maksimal dan menjadi keunggulan di Muhammadiyah Batang” ungkap Tafsir.
Selanjutnya penguatan dari Prof. Zakiyudin, beliau menekankan agar Batang menguatkan sisi perkaderan, dan salah satunya adalah dengan menguatkan pada sektor pendidikan berbasis pondok pesantren. Prof Zaki juga mengharapkan agar pengkaderan dilakukan secara masif agar Muhammadiyah di Batang terus berkembang dan tidak ada wilayah yang mengalami kemunduran. Karena kemunduruan Muhammadiyah di suatu tempat pasti karena lemahnya pengkaderan.
Sedangkan Prof Fatah Santoso menyampaikan agar PDM Batang mampu menangkap peluang yang ada di Batang, terutama berkaitan dengan adanya Kawasan Industri. KITB adalah peluang, namun disisi lain adalah tantangan, baik pada aspek dakwah maupun ekonomi, maka Muhammadiyah Batang harus mampu melihat dan memanfaatkan dengan maksimal.
Pada sesi terakhir, Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menyampaikan tentang perlunya rebranding pada AUM atau sekolah yang mengalami stagnan, misalnya menutup sekolah yang sulit berkembang dan mengganti dengan sekolah kekhususan. Dodok Sartono mencontohkan ada sekolah Muhammadiyah di Boja yang akan mati, namun menjadi hidup dan maju setelah diubah menjadi SMA sepakbola.
(gito/orlando)












